Sair-sair penguasa gila

Dikala pajar jiwa menyeruak,kalbu menyelinapdi antara reruntuhan nestapa
di antara doa terpanjat ,indah di antara merahnya cakrawala
oh...sang langit masihkah kau mendengar ,seruan seruan dan ratapan sang hamba pada tuhan
diantara rintihan penderitaan ,jeritan yang rindu keadilaan 
yang tak pernah di berikan oleh para penguasa,
di mana hati nuranimu,wahai hamba yang haus akan dunia
tak terbesitkah dihatimu,makna nurani walau setitik lubang jarum
ataukah hatimu memang telah tertutup awan nafsu,penguasa iblis yang laknat
bukalah hatimu,matamu,serta nuranimu,berfikirlah demi masa depanmu
ingatlah segundukan tanah merah menanti,untuk menimbunmu,dengan segala nafsumu,
ingatlah selenbar kain putih ,yang akan membungkusmu ,dan kau tak akan mapu lari dari itu.





putra pena